BorneoFlash.com, TANA PASER – DPRD Kabupaten Paser menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Komitmen tersebut ditunjukkan dengan dukungan terhadap pelaksanaan asesmen lapangan seleksi calon mahasiswa RPL yang digelar di SMPN 2 Tanah Grogot, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser bekerja sama dengan Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda itu dihadiri Sekretaris DPRD Kabupaten Paser, Muhammad Iskandar Zulkarnain, yang mewakili Ketua DPRD Paser.
Asesmen lapangan tersebut merupakan bagian dari proses verifikasi pengalaman kerja, kompetensi, serta dokumen pendukung peserta yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur RPL.
Ratusan calon mahasiswa dari berbagai wilayah di Kabupaten Paser tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Program RPL dinilai menjadi solusi bagi masyarakat yang telah memiliki pengalaman dan kompetensi kerja untuk memperoleh pengakuan akademik serta melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Sekretaris DPRD Kabupaten Paser, Muhammad Iskandar Zulkarnain, menegaskan bahwa DPRD memiliki peran aktif dalam memprakarsai kerja sama dengan Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda guna menghadirkan program tersebut.
“Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen kami dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat Paser,” ujar Zulkarnain.
Menurutnya, Program RPL diharapkan mampu menjadi jembatan bagi masyarakat yang selama ini terkendala melanjutkan pendidikan formal, meski telah memiliki pengalaman dan kompetensi yang relevan di dunia kerja.
“Kami berharap Program RPL dapat memberikan pengakuan terhadap pengalaman dan kompetensi yang dimiliki masyarakat, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Paser,” katanya.
Zulkarnain juga mengungkapkan adanya hubungan historis yang erat antara Kabupaten Paser dan Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda.
“Salah satu rektor awal Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda merupakan Bupati Paser pertama. Karena itu, terdapat ikatan sejarah yang kuat antara kampus tersebut dan masyarakat Paser,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kabupaten Paser, M. Yunus Syam, mengapresiasi terselenggaranya Program RPL yang merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak.
Menurutnya, tingginya minat peserta menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan sebagai modal menghadapi tantangan pembangunan dan persaingan dunia kerja.
“Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Kabupaten Paser,” pungkas Yunus. (*/Adv)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar