Pemkot Balikpapan

Balikpapan Perbarui Data Warga Lewat Digitalisasi Perlinsos, Wali Kota: Jangan Sampai Orang Mampu Terima Bansos

lihat foto
Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas'ud saat kick off dan sosialisasi program digitalisasi perlindungan sosial kepada para ketua RT, LPM, LKM, dan pemangku kepentingan lainnya, di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC)/DOME, pada Selasa (2/6/2026). F
Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas'ud saat kick off dan sosialisasi program digitalisasi perlindungan sosial kepada para ketua RT, LPM, LKM, dan pemangku kepentingan lainnya, di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC)/DOME, pada Selasa (2/6/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Rahmad secara khusus meminta para ketua RT menjadi garda terdepan dalam memastikan validitas data warga di lingkungan masing-masing.

Ia mengingatkan agar proses pendataan dilakukan secara objektif tanpa mempertimbangkan hubungan keluarga, kedekatan pribadi, maupun kepentingan tertentu.

“Kalau memang warga tersebut membutuhkan, daftarkan. Sebaliknya, jika sudah mampu, datanya harus diperbarui. Jangan ada pilih kasih dalam pendataan,” tegasnya.

Selain mendukung ketepatan sasaran bantuan sosial, pendataan digital juga diharapkan memperkuat database kependudukan Kota Balikpapan. Menurut Rahmad, data yang akurat penting mengingat Balikpapan merupakan kota transit dengan mobilitas penduduk yang cukup tinggi.

Ia kembali mengingatkan para ketua RT agar memastikan setiap pendatang yang tinggal sementara melaporkan keberadaannya paling lambat 2x24 jam sejak tiba di lingkungan tempat tinggalnya.

lihat foto
Kick off dan sosialisasi program digitalisasi perlindungan sosial kepada para ketua RT, LPM, LKM, dan pemangku kepentingan lainnya, di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC)/DOME, pada Selasa (2/6/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Kick off dan sosialisasi program digitalisasi perlindungan sosial kepada para ketua RT, LPM, LKM, dan pemangku kepentingan lainnya, di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC)/DOME, pada Selasa (2/6/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

“RT dan RW adalah mata dan telinga pemerintah. Data penduduk yang akurat tidak hanya mendukung program sosial, tetapi juga membantu menjaga keamanan dan ketertiban kota,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmad juga menepis isu pembegalan yang sempat beredar di sejumlah wilayah Balikpapan. Berdasarkan informasi yang disampaikan jajaran kepolisian dan Forkopimda, kabar tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks.

Pemkot Balikpapan berharap digitalisasi perlindungan sosial menjadi momentum memperbarui data warga secara menyeluruh, sehingga seluruh bantuan pemerintah dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerimanya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar