Pemkot Balikpapan

365 Agen Diterjunkan, Balikpapan Mulai Pemutakhiran Data Warga untuk Pastikan Bansos Tepat Sasaran

lihat foto
Berbagai lintas stakeholder menghadiri Kick Off dan Sosialisasi Perluasan Piloting Digitalisasi Perlindungan Sosial Kota Balikpapan di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC)/Dome, pada Selasa (2/6/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Berbagai lintas stakeholder menghadiri Kick Off dan Sosialisasi Perluasan Piloting Digitalisasi Perlindungan Sosial Kota Balikpapan di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC)/Dome, pada Selasa (2/6/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Sebanyak 365 agen yang disiapkan terdiri atas 238 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 127 mitra Dinas Sosial yang berasal dari unsur Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

"Mereka akan menjadi ujung tombak di lapangan untuk mendampingi masyarakat selama proses digitalisasi perlindungan sosial berlangsung," katanya.

Setelah pelaksanaan bimbingan teknis, Pemerintah Kota Balikpapan akan membuka registrasi Perlinsos Digital mulai 4 Juni hingga 3 Juli 2026. Selama periode tersebut, masyarakat dapat melakukan pendaftaran, pemutakhiran data, serta menyampaikan sanggahan apabila ditemukan ketidaksesuaian data penerima bantuan sosial.

Untuk menyukseskan program tersebut, Pemkot Balikpapan juga menggelar sosialisasi yang melibatkan lebih dari 2.500 peserta dari berbagai unsur. Mereka terdiri atas Forkopimda, perangkat daerah, instansi vertikal, BUMN, BUMD, perbankan, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat dan keagamaan, agen perlinsos, serta para ketua RT dan LPM se-Kota Balikpapan.

lihat foto
Kick off dan sosialisasi program digitalisasi perlindungan sosial kepada para ketua RT, LPM, LKM, dan pemangku kepentingan lainnya, di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC)/DOME, pada Selasa (2/6/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Kick off dan sosialisasi program digitalisasi perlindungan sosial kepada para ketua RT, LPM, LKM, dan pemangku kepentingan lainnya, di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC)/DOME, pada Selasa (2/6/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Menurut Arfiansyah, keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama mengenai manfaat dan mekanisme portal perlindungan sosial digital.

"Tujuan akhirnya adalah menghadirkan data sosial yang valid dan terintegrasi sehingga penyaluran bantuan sosial benar-benar tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan," tegasnya.

Program ini juga diharapkan menjadi bagian dari percepatan transformasi digital pelayanan publik, sekaligus mendukung reformasi birokrasi di bidang kesejahteraan sosial di Kota Balikpapan. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar