BorneoFlash.com, SAMARINDA — Wali Kota Samarinda, Andi Harun, angkat bicara terkait beredarnya sejumlah konten Aksi 215 yang menghubungkan namanya dengan demonstrasi yang ditujukan kepada Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud.
AH, sapaan akrab Andi Harun, menilai munculnya narasi yang menyeret namanya dalam aksi tersebut bukan hal yang terjadi begitu saja. Ia menduga terdapat pihak tertentu yang secara sengaja menggiring opini publik hingga menimbulkan kesan seolah dirinya berseberangan dengan gubernur.
Menurut AH, penyebutan namanya oleh peserta aksi patut diduga bukan muncul secara spontan. Ia menilai ada upaya yang dilakukan untuk memancing respons peserta dengan terlebih dahulu menyebut namanya di tengah jalannya aksi.
“Saya melihat ada indikasi pihak tertentu secara sadar mengarahkan pertanyaan kepada peserta aksi dengan membawa nama saya ke dalam isu tersebut,” ujarnya, pada Selasa (26/5/2026).
Ia menegaskan bahwa cara-cara seperti itu bukan bagian dari prinsip politik yang selama ini ia pegang. Selama berkecimpung di dunia politik, AH mengaku tidak pernah menggunakan pendekatan yang menurutnya tidak elegan ataupun tidak fair.
“Sepanjang perjalanan saya di dunia politik, saya tidak pernah menggunakan metode yang tidak intelektual maupun tidak menjunjung etika dalam berpolitik. Karena itu, saya menduga ada pihak yang sengaja berupaya membenturkan saya dengan Bapak Gubernur,” katanya.
AH memastikan hubungan dirinya dengan Gubernur Kaltim tetap berjalan baik. Ia menyebut komunikasi antarpemerintah tetap terjaga dalam pelaksanaan roda pemerintahan maupun pembangunan daerah.
Ia juga menegaskan tidak ada keuntungan apa pun yang bisa diperolehnya dari situasi gaduh yang berkembang belakangan ini. Menurutnya, hubungan yang terjalin dengan gubernur selama ini dilandasi saling menghormati dan saling menghargai.
“Hubungan kami tetap berlangsung dengan baik dan penuh penghormatan. Saya meyakini Bapak Gubernur juga akan melihat persoalan ini secara jernih, termasuk menilai siapa pihak yang sesungguhnya memperoleh keuntungan dari situasi tersebut,” ucapnya.
Di akhir pernyataannya, AH mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah.
Ia meminta aspirasi masyarakat tetap ditempatkan sebagai suara yang murni, tanpa ditunggangi kepentingan lain yang dapat mengganggu hubungan antarlembaga pemerintahan maupun persatuan di daerah.
“Masyarakat perlu diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi secara murni. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi dengan menyusupkan isu atau menebarkan narasi adu domba,” tutupnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar