Hal senada disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan, Sri Wahyuningsih. Ia menyebut keberhasilan peternak lokal menyediakan sapi berbobot lebih dari satu ton menjadi bukti kualitas peternakan di Balikpapan terus berkembang. “Sapi berasal dari peternak lokal, yakni dari Gunung Binjai Teritip,” ujarnya.
Menurut Sri, kemampuan peternak lokal memenuhi standar hewan kurban bantuan Presiden menunjukkan sektor peternakan daerah mampu bersaing di tingkat nasional.
Selain itu, sapi bantuan Presiden juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh oleh dokter hewan berwenang di Balikpapan.
“Sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan hewannya oleh dokter hewan yang berwenang di Balikpapan dan dibuktikan dengan diterbitkannya Surat Keterangan Kesehatan Hewan,” katanya.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan sapi dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan layak dijadikan hewan kurban sesuai syariat serta ketentuan kesehatan hewan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menilai program bantuan hewan kurban Presiden memiliki manfaat ganda. Selain mengandung nilai sosial dan ibadah, program tersebut juga ikut menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya peternak lokal.
Dengan pembelian sapi langsung dari Balikpapan, peternak daerah mendapat kesempatan memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan usaha mereka.
Daging kurban nantinya akan dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya mempererat kebersamaan pada momentum Iduladha. “Nanti panitia yang membagikan. Tahun ini dipotong di Masjid Madinatul Iman,” ujar Arif.
Pemkot berharap program bantuan hewan kurban dari pemerintah pusat dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang karena dinilai memberi manfaat luas bagi masyarakat dan sektor peternakan daerah. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar