“Berdasarkan hasil pemeriksaan bersama, terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian kami. Namun hingga saat ini kami masih melakukan koordinasi dengan instansi terkait sehingga belum dapat menyampaikan kesimpulan akhir,” katanya.
Menurut Angga, kedua alat timbang yang digunakan sebenarnya telah melewati proses tera. Meski demikian, saat pemeriksaan berlangsung tetap ditemukan adanya selisih hasil pengukuran antara kedua alat tersebut.
“Hal yang menjadi fokus saat ini ialah adanya perbedaan hasil pengukuran antara timbangan operasional dan timbangan pembanding, bukan pada besar kecilnya selisih yang muncul,” jelasnya.
Meski ada temuan tersebut, pihak Pertamina memastikan proses pengisian LPG subsidi tetap berjalan sesuai standar operasional yang berlaku.
Tabung yang tidak memenuhi ketentuan, baik karena mengalami kebocoran maupun tidak sesuai spesifikasi berat, dipastikan tidak akan disalurkan kepada masyarakat.
Selain pengawasan kualitas distribusi, Pertamina juga memastikan stok LPG 3 kilogram menjelang Iduladha dalam kondisi aman. Bahkan, tambahan pasokan tengah dipersiapkan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat selama perayaan hari besar keagamaan.
“Menjelang Iduladha memang direncanakan adanya tambahan suplai LPG. Namun untuk jumlah detailnya masih menunggu pembaruan data,” tutupnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar