Pemkot Samarinda

Jelang Iduladha, Temuan Selisih Timbangan LPG Jadi Perhatian Pemkot

lihat foto
Wakil Wali Kota Samarinda, Syaifudin Zuhri bersama jajaran kepolisian melakukan inspeksi distribusi LPG 3 kilogram di SPBE Tanah Merah usai ditemukan adanya selisih hasil pengukuran antara timbangan operasional dan timbangan pembanding saat pemeriksaan be
Wakil Wali Kota Samarinda, Syaifudin Zuhri bersama jajaran kepolisian melakukan inspeksi distribusi LPG 3 kilogram di SPBE Tanah Merah usai ditemukan adanya selisih hasil pengukuran antara timbangan operasional dan timbangan pembanding saat pemeriksaan berlangsung. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperketat pengawasan terhadap distribusi LPG 3 kilogram menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. 

Pengawasan tersebut dilakukan guna memastikan ketersediaan gas bersubsidi bagi masyarakat tetap terjaga, sekaligus menindaklanjuti adanya temuan perbedaan hasil timbangan tabung LPG saat inspeksi lapangan.

Pemantauan dilakukan di sejumlah lokasi distribusi dengan melibatkan pemerintah daerah dan aparat terkait. Dalam kegiatan tersebut, petugas mendapati adanya perbedaan hasil pengukuran berat tabung LPG 3 kilogram dari alat timbang yang digunakan saat pemeriksaan.

Wakil Wali Kota Samarinda, Syaifudin Zuhri, menegaskan bahwa persoalan tersebut perlu segera ditangani agar tidak memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Ia menilai proses pengawasan alat ukur seharusnya dilakukan sejak awal sebelum digunakan dalam kegiatan produksi maupun distribusi.

“Ketepatan alat ukur dan timbangan seharusnya telah dipastikan terlebih dahulu melalui pengawasan yang optimal sebelum dipakai dalam proses produksi. Nantinya Satgas akan melakukan tindak lanjut agar kondisi serupa tidak kembali terjadi,” ujarnya, pada Jumat (22/5/2026).

Di sisi lain, Sales Branch Manager Kaltimut VII Gas, M Angga D, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan koordinasi dengan instansi teknis terkait untuk memastikan hasil pemeriksaan yang ditemukan di lapangan sebelum mengeluarkan keterangan resmi.

Ia menjelaskan, temuan tersebut bukan berkaitan dengan dugaan berkurangnya isi LPG secara langsung, melainkan adanya perbedaan pembacaan antara timbangan milik perusahaan dan timbangan pembanding yang dipakai saat inspeksi.


“Berdasarkan hasil pemeriksaan bersama, terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian kami. Namun hingga saat ini kami masih melakukan koordinasi dengan instansi terkait sehingga belum dapat menyampaikan kesimpulan akhir,” katanya.

Menurut Angga, kedua alat timbang yang digunakan sebenarnya telah melewati proses tera. Meski demikian, saat pemeriksaan berlangsung tetap ditemukan adanya selisih hasil pengukuran antara kedua alat tersebut.

“Hal yang menjadi fokus saat ini ialah adanya perbedaan hasil pengukuran antara timbangan operasional dan timbangan pembanding, bukan pada besar kecilnya selisih yang muncul,” jelasnya.

Meski ada temuan tersebut, pihak Pertamina memastikan proses pengisian LPG subsidi tetap berjalan sesuai standar operasional yang berlaku.

Tabung yang tidak memenuhi ketentuan, baik karena mengalami kebocoran maupun tidak sesuai spesifikasi berat, dipastikan tidak akan disalurkan kepada masyarakat.

Selain pengawasan kualitas distribusi, Pertamina juga memastikan stok LPG 3 kilogram menjelang Iduladha dalam kondisi aman. Bahkan, tambahan pasokan tengah dipersiapkan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat selama perayaan hari besar keagamaan.

“Menjelang Iduladha memang direncanakan adanya tambahan suplai LPG. Namun untuk jumlah detailnya masih menunggu pembaruan data,” tutupnya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar