Pada 2022, Yohanes dipercaya menjabat Kasat Reskrim Polres Bontang. Saat itu, ia beberapa kali menangani kasus menonjol, mulai dari perjudian hingga kasus pencurian batu bara yang sempat menyita perhatian publik karena pelakunya tewas ditembak.
Kariernya kemudian meningkat setelah dipromosikan menjadi Kapolsek Muara Jawa, Kutai Kartanegara, pada 2023. Jabatan tersebut sekaligus mengantarkannya menyandang pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP).
Pada 2025, Yohanes kembali dipercaya menduduki posisi Kapolsek Sungai Kunjang, Samarinda. Selama bertugas di Samarinda, ia ikut menangani sejumlah kasus besar, termasuk penyelidikan kebakaran di pusat perbelanjaan Big Mall Samarinda bersama tim Inafis.
Tak lama berselang, ia dimutasi menjadi Kasat Resnarkoba Polres Kutai Kartanegara pada Desember 2025.
Aktif Ungkap Kasus Besar Narkoba
Selama menjabat di Polres Kutai Kartanegara, Yohanes beberapa kali tampil dalam pengungkapan kasus narkoba dengan barang bukti besar.
Pada Januari 2026, Satresnarkoba Polres Kukar mengungkap dua kasus besar sabu dengan total barang bukti lebih dari 1,4 kilogram. Dalam rilis resmi saat itu, AKP Yohanes mendampingi Kapolres Kukar, AKBP Khairul Basyar.
Masih pada bulan yang sama, ia juga terlibat dalam pengungkapan kasus sabu seberat 101 gram di Tenggarong Seberang. Kasus tersebut terungkap setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait maraknya transaksi narkotika di wilayah tersebut.
Kemudian pada April 2026, Satresnarkoba Polres Kukar kembali merilis pengungkapan 1,5 kilogram sabu lintas wilayah. Dalam empat bulan pertama 2026, Polres Kukar bahkan mengklaim berhasil mengungkap 79 kasus narkoba dengan total 103 tersangka.
Karena itu, penangkapan AKP Yohanes menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar