Kajian itu nantinya akan melihat kesiapan bahan baku, teknologi pengolahan, hingga peluang pasar sebelum masuk ke tahap implementasi.
“Kami ingin pengembangannya punya dasar yang jelas dan tidak berjalan tanpa kajian,” ujarnya.
Dalam proses penyusunan kajian, Pemkab Kukar juga menggandeng kalangan akademisi dari Universitas Mulawarman agar arah pengembangan industri dapat berjalan berbasis riset dan memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Menurut Aulia, keterlibatan akademisi penting untuk memastikan pengembangan komoditas lokal tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga berkelanjutan.
“Jadi bukan hanya soal bisnis, tetapi bagaimana pengembangannya bisa bertahan dalam jangka panjang,” bebernya.
Pemkab Kukar menargetkan studi kelayakan tersebut dapat diselesaikan tahun ini sebelum masuk ke tahap berikutnya berupa penyediaan fasilitas dan kebutuhan mesin produksi.
“Tahun depan kita harapkan sudah mulai masuk tahap pengadaan mesin,” tutup Aulia. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar