Namun, dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara, menurutnya menjadi momentum besar untuk mendorong transformasi ekonomi.
“Kutai Timur harus bertransformasi dari daerah penghasil komoditas menjadi penggerak industri dan rantai pasok regional,” ujarnya.
Ia berharap Kadin Kutai Timur mampu berperan sebagai jembatan strategis antara pemerintah dan dunia usaha, sekaligus menjadi katalis dalam mendorong investasi berkualitas dan hilirisasi industri.
“Kadin harus hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai arsitek ekonomi daerah,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua Umum Kadin Kutai Timur, Ahlang Edy, menyampaikan bahwa Muskab V merupakan momentum penting untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan periode 2020–2025 sekaligus menentukan arah organisasi ke depan.
Ia mengakui bahwa selama masa kepengurusan, Kadin menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak pandemi COVID-19. Namun, berkat sinergi dengan pemerintah daerah, Kadin tetap mampu menjaga perannya sebagai mitra strategis dalam pembangunan ekonomi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Perwakilan dari Kadin Indonesia, Ketua Komite Tetap Penguatan Organisasi Internal, Muhammad Natsir, Kemudian Anggota Komisi lll DPRD Kaltim, Arfan, jajaran Forkopimda Kutim, serta tamu undangan lainnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar