Dalam menghadapi tantangan global, menurut Wabup, perlu adanya kolaborasi lintas sektor menjadi keharusan. Pemerintah dan pelaku usaha tidak dapat berjalan sendiri, melainkan harus saling melengkapi untuk memanfaatkan peluang pembangunan daerah.
Wabub Mahyunadi juga memaparkan sejumlah isu strategis yang perlu menjadi perhatian bersama.
Di antaranya, penguatan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, hilirisasi sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah, serta penguatan sektor UMKM dan ekonomi kerakyatan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya peningkatan investasi melalui kemudahan berusaha, serta pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap kemajuan teknologi.
“Transformasi ekonomi tidak akan berhasil tanpa didukung SDM yang terampil, inovatif, dan siap menghadapi era digital , maka Inilah momentum kita bersama untuk membawa Kutai Timur menjadi daerah yang lebih maju, tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Kadin Kalimantan Timur, Adnan Faridan, menilai Muskab ini memiliki arti penting bagi arah masa depan ekonomi daerah, tidak hanya bagi Kutim tetapi juga Kaltim secara keseluruhan.
Ia menyebutkan bahwa struktur ekonomi daerah saat ini masih ditopang oleh sektor pertambangan, migas, dan perkebunan, dengan daerah Kutim sebagai salah satu episentrumnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar