Ia juga menanggapi kekhawatiran terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Sunggono menilai dampaknya terhadap kondisi inflasi daerah tidak terlalu besar karena sebagian besar kebutuhan pangan di Kukar berasal dari dalam negeri.
“Karena mayoritas komoditas kita bukan impor, jadi pengaruh kurs tidak terlalu signifikan,” sebutnya.
Meski begitu, ia mengakui beberapa bahan pangan tertentu tetap berpotensi terdampak fluktuasi nilai tukar, terutama komoditas yang masih didatangkan dari luar negeri seperti kedelai.
“Kalau komoditas impor seperti kedelai tentu ada pengaruh ketika dolar naik,” tambah Sunggono.
Sebagai langkah menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat, Pemkab Kukar terus menjalankan program Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah wilayah.
“Program GPM tetap berjalan sebagai salah satu upaya pengendalian inflasi di daerah,” tutupnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar