BorneoFlash.com, KUKAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menggeser arah kebijakan ekonomi masyarakat, khususnya bagi tenaga kerja lokal yang selama ini bertumpu pada sektor pertambangan.
Langkah ini ditempuh sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap satu sektor sekaligus membuka peluang usaha yang lebih berkelanjutan.
Melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker), pemerintah daerah tengah merancang skema pemberdayaan yang mendorong masyarakat memiliki sumber penghasilan alternatif di luar sektor tambang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan pendekatan ini bukan sekadar solusi jangka pendek, tetapi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kami ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya bergantung pada satu sektor. Karena itu, kami siapkan program pemberdayaan yang mengarah pada kemandirian usaha,” ucapnya, pada Senin (4/5/2026).
Menurut Dendy, konsep tersebut saat ini masih dalam tahap pematangan di internal pemerintah daerah. Selanjutnya, program akan dikolaborasikan dengan pihak perusahaan, yang dinilai memiliki peran dalam mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar