Massa aksi mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera mengambil langkah konkret, di antaranya dengan menambah kuota solar serta memperpanjang jam operasional SPBU.
Mereka berharap setidaknya SPBU dapat beroperasi hingga pukul 22.00 WITA guna mengurangi penumpukan antrean.
“Kalau tidak bisa buka 24 jam, minimal sampai malam. Karena saat ini bahkan pukul 17.00 masih ada solar, tapi SPBU sudah tutup. Ini sangat miris,” tambah Mahyudi.
Para sopir juga mengeluhkan minimnya fasilitas pendukung selama mengantre, seperti akses makanan dan air minum yang jauh dari lokasi parkir.
Kondisi tersebut membuat mereka harus berjalan ratusan meter hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Massa aksi menyatakan akan menunggu respons dari DPRD Kota Balikpapan. Jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti, mereka berencana melanjutkan aksi ke pihak-pihak terkait lainnya, termasuk Pertamina.
Aksi berlangsung dengan tertib, sementara para demonstran berharap adanya solusi nyata agar distribusi solar di Balikpapan dapat berjalan lebih lancar dan tidak lagi memberatkan para sopir truk. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar