Sementara itu, peserta workshop juga menyampaikan pandangan kritis. Salah satunya, Ahmad dari Duta Genre Kota Balikpapan, yang menilai generasi muda juga memiliki peran dalam mendorong perubahan kebijakan.
“Tidak hanya pejabat, kami sebagai pelaksana juga harus berkontribusi. Masalah pendidikan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya fokus anggaran pada sektor pendidikan agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Forum Anak Balikpapan, Muhammad Kenny Kusuma. Ia menilai, banyak anak memiliki potensi dan bakat, namun belum semua mendapat ruang untuk berkembang.
“Kami ingin semua anak punya kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan mereka,” katanya.
Melalui Forum Anak, ia mengaku telah menjalankan peran sebagai pelopor dan pelapor, sekaligus mendorong keterlibatan anak-anak dalam kegiatan edukatif di masyarakat.

Workshop ini juga menghadirkan narasumber dari kalangan pemuda berprestasi, Director Program Future Leaders Camp, Fidela Marwa dan Muhammad Rohan Listyanto sebagai pemuda berprestasi Kaltim untuk berbagi pengalaman kepemimpinan dan pengembangan diri.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pelajar bukan sekadar objek pendidikan, melainkan subjek yang mampu berkontribusi aktif. Melalui ruang partisipasi yang lebih luas, diharapkan kebijakan pendidikan ke depan semakin relevan dan berpihak pada kebutuhan generasi muda. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar