Hingga kini, tingkat keterisian lapak di pasar tersebut masih belum optimal. Diperkirakan sekitar 40 persen kios belum digunakan, sebagian besar karena pedagang belum berani mengambil risiko membuka usaha.
“Kita ingin mereka punya keberanian untuk mulai lagi, dan itu harus didukung dengan akses pembiayaan yang ringan,” ujarnya.
Untuk memastikan program berjalan maksimal, DPRD Kutai Kartanegara juga akan mendorong keterlibatan pihak perbankan daerah. Salah satunya dengan memanggil Bankaltimtara guna membahas optimalisasi penyaluran kredit.
Menurutnya, peran bank daerah menjadi kunci dalam memperluas jangkauan program, terutama bagi pedagang yang selama ini kesulitan mengakses pembiayaan formal.
Sementara itu, proses pengajuan pinjaman dapat dilakukan melalui Dinas Koperasi dan UKM Kukar sebagai pelaksana program.
Pemerintah juga membuka kemungkinan penambahan plafon pembiayaan agar lebih banyak pelaku usaha yang terakomodasi.
Melalui kombinasi antara penyediaan fasilitas pasar dan dukungan modal, Pemkab Kukar berharap Pasar Tangga Arung Square bisa kembali hidup dan menarik minat pedagang untuk beraktivitas secara bertahap. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar