Selain itu, ia juga menyoroti sejumlah program pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan buruh, seperti kenaikan upah minimum, bantuan subsidi upah, subsidi perumahan, hingga program magang bersertifikasi dan penciptaan lapangan kerja baru melalui hilirisasi industri.
Di tingkat daerah, Pemkot Balikpapan juga mendorong pengembangan sektor industri berbasis hilirisasi. Kawasan Kariangau disebut memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan industri manufaktur yang berkelanjutan.
“Kita tidak hanya bertumpu pada industri pengolahan, tetapi juga harus mulai mengembangkan hilirisasi. Ini membutuhkan kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat dalam beberapa tahun ke depan,” katanya.
Terkait peluang kerja, khususnya di proyek kilang Pertamina Balikpapan, pemerintah kota telah berkoordinasi dengan berbagai pihak agar tenaga kerja lokal mendapat prioritas. Namun demikian, ia mengingatkan masyarakat untuk terus meningkatkan keterampilan agar mampu bersaing.
“Kita harus siap bersaing secara sehat. Tingkatkan skill melalui pelatihan dan sertifikasi. Jangan sampai kalah dengan tenaga kerja dari luar,” tegasnya.
Dengan potensi kebutuhan tenaga kerja yang mencapai puluhan ribu orang ke depan, Pemkot berharap masyarakat Balikpapan dapat mengambil peran lebih besar dalam mengisi peluang tersebut.
“Mudah-mudahan warga Balikpapan bisa lebih banyak terserap dan mendapatkan manfaat dari pertumbuhan ekonomi yang ada,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar