BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Berbagai inovasi kesehatan yang dikembangkan Kota Balikpapan mendapat apresiasi dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), saat melakukan verifikasi lapangan lomba tingkat provinsi tahun 2026.
Salah satu yang menjadi perhatian tim verifikasi adalah keberhasilan Balikpapan mengintegrasikan program kesehatan masyarakat melalui inovasi Sehat Sebrataan serta upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Ketua Pokja IV TP PKK Provinsi Kalimantan Timur, Fit Nawati, mengatakan bahwa penilaian lomba bukan sekadar mencari pemenang, melainkan melihat sejauh mana program PKK mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Kami tidak hanya melakukan penilaian, tetapi juga pembinaan kepada masyarakat. Terutama bagaimana mengubah perilaku masyarakat agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat sehingga kualitas kesehatannya semakin meningkat," ujarnya saat melakukan verifikasi lapangan di Kota Balikpapan, pada Minggu (14/6/2026).
Menurut Fit Nawati, pada kategori Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS), Balikpapan menunjukkan sejumlah inovasi yang menjadi nilai tambah dibanding daerah lain.
Dari sepuluh indikator PHBS yang dinilai, terdapat dua inovasi yang mendapat perhatian khusus dari tim verifikasi. Pertama adalah program peningkatan kesehatan gigi masyarakat, dan kedua adalah inovasi pencegahan penyalahgunaan narkotika sejak usia dini.

"Kami melihat Balikpapan memiliki inovasi terkait kesehatan gigi dan upaya pencegahan napza. Ini sangat penting karena saat ini kasus penyalahgunaan narkotika masih menjadi tantangan besar. Balikpapan sudah memiliki langkah bagaimana menyebarluaskan informasi kepada generasi muda agar tidak terlibat narkotika," katanya.
Selain itu, tim verifikasi juga meninjau berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang mendukung peningkatan kesehatan keluarga, seperti pemanfaatan pekarangan untuk menanam sayuran dan buah-buahan, budidaya ikan, serta pengembangan lingkungan sehat berbasis masyarakat.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar