BorneoFlash.com, JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga memperkuat tata kelola pengadaan energi untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap regulasi sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
Direktur Niaga Pertamina Patra Niaga Erwin Suryadi mengatakan perusahaan menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Jakarta pada Kamis (11/6/2026) guna menyempurnakan proses pengadaan energi dan memperkuat mitigasi risiko hukum.
FGD tersebut melibatkan Kejaksaan Agung, KPK, LKPP, akademisi, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait pengawasan dan tata kelola.
Erwin menegaskan Pertamina Patra Niaga terus memastikan pasokan energi masyarakat tetap terjaga dengan proses pengadaan yang transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan.
Dalam forum itu, peserta membahas kepatuhan hukum, pengelolaan risiko, penguatan integritas, serta langkah mitigasi menghadapi dinamika pasar dan geopolitik global. Perusahaan juga memperkuat prosedur pengadaan melalui penerapan segregation of duty, four eyes principle, dan pelibatan fungsi kepatuhan.
Kejaksaan Agung dan KPK mengapresiasi langkah Pertamina Patra Niaga dalam memperkuat tata kelola pengadaan energi.
Masukan dari berbagai pihak akan menjadi dasar perbaikan berkelanjutan agar sistem pengadaan semakin efektif, adaptif, dan sesuai regulasi. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar