Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas insiden tersebut dan memastikan fokus utama saat ini adalah keselamatan penumpang.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat dan sebaik mungkin,” kata Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba.
KAI juga menegaskan bahwa seluruh petugas di lapangan telah bergerak cepat untuk melakukan evakuasi korban serta pengamanan lokasi kejadian.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyebut pihaknya tengah berupaya memulihkan operasional perjalanan kereta api agar dapat kembali normal secepatnya.
“Proses evakuasi rangkaian dan penanganan korban masih berlangsung. Kami berupaya maksimal agar operasional segera pulih,” ujarnya.

KAI Daop 1 Jakarta mengonfirmasi bahwa insiden terjadi pada pukul 20.52 WIB di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920. Kecelakaan melibatkan KRL CommuterLine dengan kode operasional PLB 5568A relasi KPB–CKR yang tertabrak kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.
Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik aliran atas (LAA) di lintas Cibitung–Bekasi Timur untuk sementara dinonaktifkan guna mendukung proses evakuasi dan penanganan di lokasi. (*/BorneoFlash/Antara)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar