BorneoFlash.com, JAKARTA - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan petugas gabungan terus mengevakuasi korban tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam.
“Sejak kejadian tadi malam, petugas menjalankan proses evakuasi secara intensif, cepat, dan hati-hati, termasuk menyelamatkan korban yang sempat terjebak di dalam gerbong,” ujar Teddy saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Petugas berhasil mengevakuasi seluruh korban. Saat ini, tim medis merawat para korban secara intensif di 12 rumah sakit sekitar Bekasi.
Pada Selasa pagi, Presiden Prabowo Subianto langsung menjenguk korban yang dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Dalam kunjungan itu, Presiden memerintahkan tenaga medis memberikan perawatan optimal kepada seluruh korban luka hingga pulih. Ia juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian agar kecelakaan serupa tidak terulang.
Sebelumnya, tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan, berdasarkan data hingga pukul 08.45 WIB, sebanyak 14 orang meninggal dunia.
Petugas membawa seluruh korban meninggal ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. Sementara itu, tim medis telah menangani 84 korban luka di berbagai fasilitas kesehatan.
Sejumlah rumah sakit menangani para korban, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
KAI juga membuka Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban dan penumpang. Masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI 121. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar