Direktur Utama I.League Ferry Paulus menegaskan bahwa komitmen terhadap fair play tidak hanya soal teknis pertandingan, tetapi juga menyangkut nilai-nilai dasar yang harus dijaga bersama.
“Kami bersama Komite Wasit PSSI terus berupaya memastikan setiap pertandingan berjalan adil dan profesional, baik melalui penerapan VAR maupun peningkatan kualitas wasit dengan dukungan expert internasional. Namun lebih dari itu, kami menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi rasisme dalam sepak bola Indonesia. Ini adalah komitmen bersama yang harus dijaga oleh seluruh elemen,” ujar Ferry Paulus.
Ferry menambahkan bahwa pembinaan karakter pemain menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan berkelanjutan.
“Kami mendorong seluruh klub untuk terus menanamkan nilai fair play, toleransi, disiplin, serta penghormatan kepada wasit sejak usia dini. Prestasi tidak hanya diukur dari kemampuan di lapangan, tetapi juga dari sikap dan karakter pemain.”
I.League juga akan terus mendorong sosialisasi berkelanjutan terkait anti-rasisme, anti-kekerasan, serta pentingnya kepatuhan terhadap regulasi kompetisi sebagai bagian dari pembentukan karakter pemain dan ekosistem sepak bola yang sehat.
Komitmen ini tidak hanya berlaku di level pembinaan usia muda melalui EPA, tetapi juga di seluruh jenjang kompetisi, termasuk Super League dan Championship.
I.League percaya bahwa prestasi sejati tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis di lapangan, tetapi juga oleh karakter, integritas, dan sikap saling menghormati. (*/ileague.id)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar