BorneoFlash.com, JAKARTA - I.League sebagai operator kompetisi sepak bola profesional Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas kompetisi dengan menjunjung tinggi prinsip keadilan, fair play, dan penghormatan terhadap seluruh insan sepak bola.
Bersama Komite Wasit PSSI, I.League secara konsisten melakukan berbagai langkah konkret untuk memastikan pertandingan berjalan secara profesional dan transparan.
Salah satu implementasi penting adalah penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR), yang bertujuan meningkatkan akurasi keputusan wasit serta menjaga keadilan dalam setiap pertandingan.
Selain itu, I.League juga bekerja sama dengan tenaga ahli internasional, termasuk mendukung PSSI mendatangkan instruktur dan expert perwasitan dari Jepang, guna meningkatkan kualitas dan standar kepemimpinan wasit di Indonesia melalui pelatihan berkelanjutan dan evaluasi menyeluruh.
Di sisi lain, I.League menegaskan sikap tegas terhadap segala bentuk rasisme dalam sepak bola. Menanggapi isu rasisme yang terjadi pada pertandingan Dewa United Banten FC melawan Persib Bandung pada Kompetisi BRI Super League dan laga Elite Pro Academy (EPA) Super League yang melibatkan pemain tim nasional U20, I.League mendukung penuh pernyataan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang menolak keras segala bentuk ucapan, tindakan, maupun perilaku rasisme.
Sepak bola harus menjadi ruang yang menjunjung tinggi nilai inklusivitas, saling menghargai, dan persatuan. Rasisme tidak memiliki tempat dalam sepak bola Indonesia.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar