Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyebut langkah ini sebagai sinyal positif bagi stabilitas energi global.
“Pembukaan kembali Selat Hormuz memberikan kepastian terhadap jalur distribusi energi yang sebelumnya terganggu. Ini berdampak langsung pada menurunnya kekhawatiran pasar,” ujarnya.
Pasar global pun mulai merespons dengan penurunan harga minyak, menandakan berkurangnya tekanan terhadap pasokan energi dunia.
Ketahanan Energi Nasional Tetap Dijaga
Pemerintah Indonesia memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. Berbagai langkah mitigasi telah disiapkan, termasuk penguatan stok nasional dan diversifikasi sumber energi.
Selain itu, pemerintah juga terus berkoordinasi untuk memastikan kelancaran distribusi energi, termasuk terkait dua kapal milik PT Pertamina (Persero) yang sempat tertahan di kawasan Selat Hormuz.
“Pemerintah terus melakukan upaya agar kapal dapat segera melintas dan distribusi energi kembali normal,” ujar Anggia.
Dengan dinamika global yang masih fluktuatif, pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan serta mengambil langkah responsif guna menjaga stabilitas pasokan dan harga energi dalam negeri.
Lonjakan harga minyak dunia menjadi pengingat bahwa ketahanan energi nasional sangat bergantung pada stabilitas geopolitik global. Di tengah ketidakpastian, kewaspadaan dan kesiapan menjadi kunci agar dampak terhadap ekonomi domestik dapat ditekan semaksimal mungkin. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar