BorneoFlash.com, KUKAR - Pergeseran tanah di RT 25 Kilometer (KM) 28 Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, tak hanya menyisakan dampak bagi warga, tapi juga memunculkan pertanyaan soal kelayakan kawasan tersebut sebagai permukiman.
Ketua Komisi III DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Farida, menilai kejadian ini harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk tidak lagi melakukan penanganan secara parsial.
“Jangan sampai penanganannya hanya sementara. Kejadian seperti ini harus dilihat lebih dalam, apakah memang kawasan itu masih layak untuk dihuni,” tegas Farida, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, persoalan di Batuah tidak bisa disederhanakan hanya sebagai bencana biasa. Ada aspek tata ruang dan kondisi lingkungan yang perlu ditelusuri lebih serius agar tidak terus berulang di masa mendatang.
“Kalau hanya fokus pada dampaknya saja, tanpa melihat penyebabnya, maka potensi kejadian serupa tetap ada,” ujarnya.
Farida juga menyoroti perlunya keberanian pemerintah dalam mengambil keputusan, terutama jika kawasan tersebut memang masuk kategori rawan.
“Kalau memang berisiko, harus ada sikap tegas. Jangan sampai masyarakat terus berada di wilayah yang sebenarnya tidak aman,” sebutnya.
Ia menambahkan, Komisi III akan mendorong adanya kajian teknis yang lebih komprehensif, termasuk melibatkan instansi terkait untuk memastikan kondisi tanah dan lingkungan benar-benar layak.
“Semua harus berbasis data. Jangan sampai keputusan diambil tanpa dasar yang kuat,” sambungnya.
Di sisi lain, Farida mengingatkan agar kondisi warga terdampak tidak luput dari perhatian. Ia meminta pemerintah tetap hadir dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama proses penanganan berlangsung.
“Warga tidak boleh dibiarkan menunggu tanpa kepastian. Kehidupan mereka tetap harus diperhatikan,” tutup Farida.
Ia pun menegaskan, DPRD Kukar akan terus mengawal penanganan di Batuah agar tidak berhenti di tahap wacana, melainkan benar-benar menghasilkan solusi jangka panjang bagi masyarakat.
“Intinya, jangan setengah-setengah. Ini menyangkut keselamatan warga,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar