Irjen Pol Endar menegaskan perlunya langkah strategis, diantaranya pengendalian persepsi publik, kontra hoaks, serta peningkatan patroli siber.
“Kita harus mampu mengendalikan ruang publik dan media, serta waspada terhadap penyebaran hoaks dan teknologi seperti deepfake,” katanya.
Selain itu, pengawasan distribusi BBM juga harus diperkuat guna mencegah penimbunan dan panic buying.
“Pastikan distribusi berjalan lancar, awasi potensi penimbunan, dan edukasi masyarakat agar tidak panik,” pesannya.
Kapolda juga menekankan pentingnya penguatan deteksi dini intelijen serta kesiapan operasi kontinjensi. Dalam penanganan aksi unjuk rasa, pendekatan humanis harus dikedepankan.
“Kedepankan pendekatan berbasis kepercayaan atau trust based approach dalam setiap penanganan aksi,” imbuhnya.
Di internal, Irjen Pol Endar mengingatkan seluruh personel untuk menjaga integritas dan menghindari pelanggaran.
“Anggota tidak boleh menjadi trouble maker dan harus menjaga nama baik institusi Polri,” tegasnya.
Kapolda menegaskan bahwa keberhasilan Polri diukur dari stabilitas dan rasa aman masyarakat, dengan menjunjung tinggi integritas, kepercayaan, efisiensi, dan keteladanan dalam pelaksanaan tugas. (*/Humas Polda Kaltim)

Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar