“Kami melihat perkembangan yang sangat positif. Partisipasi terus meningkat dan semakin banyak komunitas yang terlibat,” katanya.
Ia juga menyoroti keunikan rute lomba yang melintasi berbagai titik bersejarah di Kota Solo, sehingga memberikan pengalaman berbeda bagi para peserta.
Sementara itu, Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, menyatakan dukungan pihaknya sebagai bagian dari komitmen dalam mendorong gaya hidup aktif sekaligus berkontribusi pada lingkungan.
Melalui inisiatif tersebut, total jarak tempuh para peserta akan dikonversi menjadi penanaman hingga 5.000 pohon di kawasan Bukit Tigapuluh, Jambi, guna mendukung pelestarian habitat gajah Sumatra.
Di sisi lain, Co-Founder dan COO Katadata Indonesia, Ade Wahyudi, mengungkapkan bahwa ajang ini juga memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Kota Solo.
“Berdasarkan survei Katadata Insight Center, dampak ekonomi yang dihasilkan mencapai sekitar Rp40 miliar, dengan rata-rata pengeluaran pelari sekitar Rp2,5 juta di luar tiket,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan event ini turut mendorong peningkatan omzet pelaku usaha lokal serta lonjakan jumlah kunjungan wisatawan selama kegiatan berlangsung.
Dengan sertifikasi internasional dan konsep yang menggabungkan olahraga, budaya, serta dampak ekonomi dan lingkungan, Mangkunegaran Run 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi Solo sebagai destinasi sport tourism unggulan di Indonesia. (*/ANTARA)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar