BorneoFlash.com, KUKAR - Potensi pertanian di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dinilai belum berkembang optimal. Bukan karena keterbatasan lahan atau rendahnya minat masyarakat, melainkan persoalan klasik yang terus berulang: ketidakpastian harga hasil panen.
Anggota DPRD Kukar, Asnawi Sultan Ramadani, menilai persoalan pasar menjadi faktor utama yang menahan laju perkembangan sektor pertanian di wilayah tersebut. Menurutnya, tanpa jaminan harga yang stabil, petani akan selalu berada dalam posisi rentan.
“Masalahnya bukan di minat atau lahan. Yang jadi persoalan itu pasar dan harga. Petani sering kali tidak punya kepastian setelah panen,” ucap Asnawi, pada Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan, kondisi ini membuat sektor pertanian kurang menarik untuk dikembangkan secara serius, baik oleh petani aktif maupun generasi penerus. Ketika hasil tidak sebanding dengan biaya dan tenaga yang dikeluarkan, maka wajar jika sektor ini perlahan ditinggalkan.
“Kalau harga tidak dijaga, petani bisa rugi. Ini yang membuat banyak orang akhirnya ragu untuk bertahan atau masuk ke sektor ini,” tegasnya.
Meski demikian, ia menilai Anggana tetap memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai kawasan penyangga pangan daerah. Ketersediaan lahan yang luas serta posisi geografis yang strategis menjadi modal kuat jika didukung dengan kebijakan yang tepat.
Namun, ia menekankan bahwa peran pemerintah sangat krusial, khususnya dalam menciptakan sistem yang mampu melindungi petani dari fluktuasi harga yang ekstrem.
“Pemerintah harus hadir, terutama dalam menjaga stabilitas harga. Kalau ini bisa dijamin, sektor pertanian pasti akan lebih berkembang,” paparnya.
Selain itu, ia juga mendorong adanya langkah konkret dalam memperkuat sistem distribusi dan pemasaran hasil pertanian, sehingga petani tidak hanya bergantung pada tengkulak atau mekanisme pasar yang tidak stabil.
Dengan pembenahan di sektor pasar dan kebijakan harga, Anggana diyakini tidak hanya mampu meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga ketahanan pangan di Kutai Kartanegara. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar