Otorita IKN

IKN Perkuat Peran Kader Kesehatan, Targetkan Kasus DBD Turun 50 Persen

lihat foto
Pelatihan Kader Pencegahan Malaria dan DBD yang digelar di Multifunction Hall Kantor Bersama 4, KIPP IKN, Kamis (9/4/2026). Foto: HO/Humas Otorita IKN
Pelatihan Kader Pencegahan Malaria dan DBD yang digelar di Multifunction Hall Kantor Bersama 4, KIPP IKN, Kamis (9/4/2026). Foto: HO/Humas Otorita IKN

BorneoFlash.com, NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memperkuat peran kader kesehatan sebagai ujung tombak pengendalian malaria dan demam berdarah dengue (DBD) di kawasan IKN.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Kader Pencegahan Malaria dan DBD yang digelar di Multifunction Hall Kantor Bersama 4, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Kamis (9/4/2026).

Pemerintah menegaskan bahwa pengendalian penyakit menular tidak lagi bertumpu pada sektor kesehatan semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

Pelatihan ini diikuti pengelola hunian serta tim K3 dari berbagai paket pekerjaan di wilayah KIPP. Mereka diproyeksikan menjadi kader kesehatan yang berperan dalam edukasi, pengendalian lingkungan, hingga pencegahan penyakit di tempat kerja masing-masing.

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menegaskan bahwa partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam memutus rantai penularan.

“Pengendalian malaria dan DBD tidak bisa hanya dilakukan oleh sektor kesehatan. Peran masyarakat menjadi kunci utama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles, sementara DBD oleh Aedes aegypti. Karena itu, pengendalian vektor menjadi langkah utama dalam mencegah penularan.

“Jika vektornya dapat dikendalikan, maka penularan dapat dicegah,” tambahnya.

Suwito menyebutkan, wilayah KIPP IKN saat ini sudah tidak ditemukan penularan malaria lokal. Namun, kasus DBD masih menjadi tantangan. Otorita IKN pun menargetkan penurunan kasus DBD hingga 50 persen melalui penguatan sistem kewaspadaan dini serta peningkatan peran masyarakat, terutama di kawasan hunian dan area konstruksi yang rentan genangan air.

Perwakilan Kementerian Kesehatan, Bambang Siswanto, menekankan pentingnya pendekatan berbasis masyarakat dalam pengendalian penyakit menular.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar