Berita Samarinda Terkini

Kasus Penikaman Gunung Mangga: Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Keterlibatan Pelaku Lain

zoom-inlihat foto
Rekonstruksi kasus penikaman yang menyebabkan korban meninggal dunia di kawasan Gunung Mangga. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Rekonstruksi kasus penikaman yang menyebabkan korban meninggal dunia di kawasan Gunung Mangga. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA - Kuasa hukum keluarga korban, Titus Tibayan Pakalla, mengungkapkan adanya sejumlah hal yang dinilai janggal dalam proses rekonstruksi kasus penikaman yang menyebabkan korban meninggal dunia di kawasan Gunung Mangga, Jalan Otto Iskandardinata, pada awal tahun lalu.

Ia menilai, tahapan rekonstruksi yang dilakukan oleh Polresta Samarinda belum sepenuhnya merepresentasikan alur kejadian secara menyeluruh.

Menurutnya, salah satu kekurangan yang mencolok adalah tidak adanya penjabaran waktu secara detail dalam setiap adegan rekonstruksi, mulai dari pergerakan pelaku hingga saat korban menghembuskan napas terakhir. Hal tersebut dinilai penting untuk mengungkap kronologi kejadian secara utuh.

“Dalam pelaksanaan rekonstruksi, tidak terlihat adanya rincian waktu yang jelas sejak awal pergerakan pelaku hingga korban dinyatakan meninggal dunia,” tuturnya kepada awak media, pada Kamis (9/4/2026).

Selain persoalan kronologi, pihak kuasa hukum juga menduga adanya keterlibatan pihak lain yang hingga kini belum ditetapkan sebagai tersangka. Salah satu saksi bernama Solihin disebut memiliki peran dalam peristiwa tersebut, karena diduga sempat melakukan kekerasan terhadap korban sebelum aksi penikaman terjadi.

“Ia diduga lebih dahulu melakukan pemukulan terhadap korban hingga terjatuh, sebelum kemudian korban ditikam oleh tersangka,” jelasnya.

Lebih lanjut, Titus juga menyoroti keterangan sejumlah saksi lain yang dinilai belum memberikan gambaran yang terang, termasuk pernyataan istri Solihin. Ia menilai, penjelasan terkait waktu kedatangan maupun detail kejadian di lokasi masih belum konsisten dalam rekonstruksi.

Di sisi lain, muncul pula ketidakjelasan mengenai motif kejadian. Dalam rekonstruksi disebutkan adanya dugaan penjambretan, namun terdapat pula informasi lain yang mengarah pada persoalan pribadi sebagai pemicu insiden tersebut.

“Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah benar motifnya penjambretan atau terdapat latar belakang lain. Sampai saat ini belum ada kejelasan,” ungkapnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar