Bagus juga mengajak para pelaku usaha untuk memperkuat kolaborasi dan tidak berjalan sendiri dalam mengembangkan usaha. Menurutnya, pembentukan klaster kerja sama akan mempermudah koordinasi dan meningkatkan efektivitas.
“Silakan berkolaborasi. Jangan berjalan sendiri, tetapi bergerak secara organisasi. Nantinya bisa dibentuk beberapa klaster kerja sama agar lebih mudah dijalankan,” tambahnya.
Dalam sektor pangan, pemerintah kota bersama Bulog dan Dinas Perdagangan terus berupaya mengendalikan inflasi melalui operasi pasar.
Namun demikian, di luar intervensi tersebut, pemerintah tidak dapat sepenuhnya mengontrol harga, terutama akibat dampak kenaikan BBM yang berpotensi memicu efek berantai.
Oleh karena itu, Kadin diharapkan dapat berperan aktif dalam memberikan solusi guna menjaga stabilitas harga pangan di pasar.
Lebih lanjut, kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai membuka peluang besar bagi pelaku usaha di Balikpapan. Bahkan, potensi usaha di kawasan IKN disebut lebih luas dibandingkan peluang yang ada saat ini di dalam kota.
“Saya juga diminta oleh Kepala Otorita IKN, Basuki, untuk menawarkan peluang kepada pengusaha lokal. Beliau sangat mendorong keterlibatan pengusaha daerah,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Balikpapan pun mengajak Kadin untuk memanfaatkan momentum pembangunan IKN sebagai langkah strategis, dalam memperkuat ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar