BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas'ud menegaskan bahwa arah pembangunan di Kota Balikpapan harus mengutamakan kepentingan publik dan keberlanjutan, bukan sekadar orientasi bisnis.
Ia menilai, sinergi antara pemerintah kota dan provinsi menjadi kunci percepatan pembangunan yang selaras dan tidak menimbulkan persoalan baru.
Salah satu isu yang disorot adalah rencana pengembangan kawasan eks Puskib yang dikabarkan akan dijadikan pusat komersial atau mall. Rahmad menilai, rencana tersebut perlu ditinjau ulang karena berpotensi menimbulkan masalah baru, khususnya kemacetan dan ketidakteraturan tata kota.
“Kawasan itu hanya memiliki satu akses jalan, yakni Jalan Ahmad Yani. Kalau dipaksakan menjadi mall atau hotel, dampaknya bisa menimbulkan kemacetan dan tidak baik bagi warga,” tegasnya, pada Jumat (3/4/2026).
Ia menegaskan, bukan menolak pembangunan, namun meminta agar rencana tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, seperti penyediaan ruang terbuka hijau, sistem pengendalian banjir, serta manajemen lalu lintas yang komprehensif.
Selain itu, Rahmad Mas'ud juga mendorong percepatan pengembangan kawasan industri Kariangau dengan integrasi yang lebih kuat antara pemerintah kota dan provinsi. Ia berharap kawasan tersebut tidak hanya menjadi pusat industri, tetapi juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti MICE dan sarana olahraga.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar