BorneoFlash.com, JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menjalankan skema pembelian pesawat tempur KAAN dari Turkish Aerospace Industries melalui pinjaman luar negeri.
Kemenhan menyampaikan hal itu untuk merespons isu pembelian jet tempur generasi kelima dari Turki. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyatakan pemerintah telah menandatangani kontrak awal dalam jumlah terbatas.
“Untuk KAAN, kami sudah menandatangani kontrak awal dan saat ini masih memproses aktivasi melalui mekanisme pinjaman luar negeri bersama Kementerian Keuangan,” ujar Rico di Jakarta.
Pernyataan ini menegaskan Indonesia memulai tahap awal pengadaan KAAN. Namun, Kemenhan belum merinci jumlah unit maupun total anggaran.
Rico menegaskan pengadaan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan anggaran dan kebutuhan TNI.
Sementara itu, akun Instagram @isds.indonesia mengunggah informasi bahwa Indonesia berencana membeli 48 unit KAAN dengan pengiriman mulai 2032.
Unggahan tersebut juga menyebut Kemenhan dan Turkish Aerospace Industries menandatangani kontrak saat pameran pertahanan IDEF di Istanbul pada pertengahan 2025 dengan nilai sekitar 15 miliar dolar AS atau Rp251 triliun. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar