Sosialisasi tidak hanya bersifat imbauan, tetapi diarahkan untuk membangun kesadaran praktis warga dalam menjaga keselamatan lingkungan.
Langkah-langkah yang ditekankan antara lain memastikan kompor dalam kondisi mati sebelum meninggalkan rumah, mencabut peralatan listrik yang tidak digunakan, serta rutin memeriksa kondisi instalasi listrik.
Hal-hal ini dinilai sederhana, namun memiliki dampak besar dalam mencegah kebakaran.
Bagus juga menekankan pentingnya solidaritas sosial di lingkungan permukiman. Ia mengajak warga untuk saling mengingatkan dan peduli terhadap kondisi sekitar, termasuk memperhatikan rumah kosong yang berpotensi menjadi sumber kebakaran akibat korsleting listrik.
“Perlu ada pemahaman bersama bahwa kebakaran bisa terjadi karena kelalaian kecil. Oleh karena itu, sebelum keluar rumah, pastikan semua dalam kondisi aman,” tegasnya.
Selain itu, Pemkot terus memperkuat peran aparatur wilayah sebagai ujung tombak penyebaran informasi. Edukasi dilakukan secara berkelanjutan agar kewaspadaan tidak hanya muncul saat terjadi insiden, tetapi menjadi bagian dari budaya sehari-hari masyarakat.
Melalui pendekatan ini, pemerintah berharap risiko kebakaran dapat ditekan secara signifikan. Lebih dari itu, tercipta lingkungan yang tidak hanya aman, tetapi juga memiliki kesadaran kolektif tinggi dalam menjaga keselamatan bersama. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar