Pemerintah Kota Balikpapan

Kebakaran Beruntun Jadi Alarm, Pemkot Balikpapan Dorong Budaya Waspada dari Rumah ke Lingkungan

lihat foto
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo. Foto: BorneoFlash/Ardian
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo. Foto: BorneoFlash/Ardian

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Rentetan kebakaran yang terjadi dalam waktu berdekatan di Balikpapan Barat dan Balikpapan Tengah menjadi alarm serius bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan

Tak ingin kejadian serupa terulang, Pemkot kini mendorong penguatan budaya kewaspadaan yang dimulai dari rumah tangga hingga lingkungan sekitar.

Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, menegaskan bahwa pencegahan kebakaran tidak bisa hanya bergantung pada respons petugas pemadam, tetapi harus bertumpu pada kesadaran masyarakat itu sendiri.

“Saya terus mengingatkan agar masyarakat selalu waspada. Kejadian kebakaran yang terjadi harus menjadi pelajaran bersama,” ujarnya, pada Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, banyak kasus kebakaran dipicu oleh hal-hal sederhana yang sering diabaikan, seperti kompor yang tidak dimatikan dengan sempurna atau instalasi listrik yang tidak layak pakai.

Untuk itu, langkah pencegahan harus dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemkot Balikpapan telah menginstruksikan jajaran di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga Rukun Tetangga (RT) untuk aktif turun ke masyarakat memberikan edukasi. 


Sosialisasi tidak hanya bersifat imbauan, tetapi diarahkan untuk membangun kesadaran praktis warga dalam menjaga keselamatan lingkungan.

Langkah-langkah yang ditekankan antara lain memastikan kompor dalam kondisi mati sebelum meninggalkan rumah, mencabut peralatan listrik yang tidak digunakan, serta rutin memeriksa kondisi instalasi listrik. 

Hal-hal ini dinilai sederhana, namun memiliki dampak besar dalam mencegah kebakaran.

Bagus juga menekankan pentingnya solidaritas sosial di lingkungan permukiman. Ia mengajak warga untuk saling mengingatkan dan peduli terhadap kondisi sekitar, termasuk memperhatikan rumah kosong yang berpotensi menjadi sumber kebakaran akibat korsleting listrik.

“Perlu ada pemahaman bersama bahwa kebakaran bisa terjadi karena kelalaian kecil. Oleh karena itu, sebelum keluar rumah, pastikan semua dalam kondisi aman,” tegasnya.

Selain itu, Pemkot terus memperkuat peran aparatur wilayah sebagai ujung tombak penyebaran informasi. Edukasi dilakukan secara berkelanjutan agar kewaspadaan tidak hanya muncul saat terjadi insiden, tetapi menjadi bagian dari budaya sehari-hari masyarakat.

Melalui pendekatan ini, pemerintah berharap risiko kebakaran dapat ditekan secara signifikan. Lebih dari itu, tercipta lingkungan yang tidak hanya aman, tetapi juga memiliki kesadaran kolektif tinggi dalam menjaga keselamatan bersama. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar