Hadapi Kemarau Panjang, Pemkot Balikpapan Dorong Warga Panen Air Hujan 

oleh -
Editor: Ardiansyah
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo. Foto: BorneoFlash/Ardian
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo. Foto: BorneoFlash/Ardian

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Ancaman kemarau panjang yang diprediksi melanda dalam enam bulan ke depan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menyusun strategi ketahanan air secara menyeluruh dari level rumah tangga.

 

Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, menyebut peringatan dari BMKG terkait potensi El Nino menjadi alarm serius bagi kota yang masih bergantung pada sumber air dari hujan.

 

Solusi yang diberikan agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan air disaat kemarau tiba, dengan langkah cepat dan sederhana di tingkat masyarakat. Salah satunya adalah mendorong warga untuk mulai memanen air hujan dan menyediakan tandon sebagai cadangan.

 

“Ini bagian dari kesiapsiagaan. Kalau setiap rumah punya cadangan air, dampak kemarau panjang bisa kita tekan bersama,” ujarnya, saat ditemui di Rumah JabatanWakil Wali Kota Balikpapan, pada Minggu (29/3/2026).

 

Selama ini, pasokan air Balikpapan sangat bergantung pada Waduk Manggar dan Waduk Teritip. Ketika hujan berkurang, kapasitas kedua waduk ini ikut menyusut, sehingga berisiko mengganggu distribusi air bersih, terutama di wilayah yang belum terlayani optimal.

 

Untuk memperkuat pasokan, pemerintah kota mengandalkan strategi jangka pendek melalui pembangunan sumur dalam. Tahun lalu, bantuan dari pemerintah provinsi menghadirkan lima titik sumur dengan kapasitas sekitar 20 liter per detik per titik.

 

“Tahun ini kita harapkan ada tambahan lima titik lagi, sehingga daerah yang belum teraliri air bersih bisa segera terjangkau,” jelasnya.

 

Di sisi lain, optimalisasi Waduk Teritip Aji Raden juga tengah dipercepat. Jika berjalan sesuai rencana, tambahan suplai air dari pengembangan ini diperkirakan mencapai sekitar 200 liter per detik.

 

Namun, pemerintah menyadari solusi jangka pendek tidak cukup. Karena itu, langkah strategis jangka panjang mulai disiapkan melalui rencana pengaliran air baku dari Sungai Mahakam sumber air besar yang dinilai lebih stabil dan tidak mudah terdampak kekeringan.

Baca Juga :  Lurah Baru Ilir: Warga Korban Kebakaran, Telah Terima Uang Sewa Rumah Dari Pemerintah 

 

Kajian teknis dan perencanaan proyek tersebut kini tengah disusun, dengan target realisasi dalam dua tahun ke depan.

 

“Ini bukan hanya untuk menghadapi El Nino sekarang, tapi untuk memastikan ke depan Balikpapan punya sistem air yang lebih kuat,” kata Bagus.

 

Fenomena El Nino yang diperkirakan akan terjadi menjadi pengingat bahwa tantangan perubahan iklim semakin nyata. Kota-kota seperti Balikpapan dituntut tidak hanya reaktif, tetapi juga adaptif dalam mengelola sumber daya air.

 

Melalui peran masyarakat, penguatan infrastruktur, dan proyek strategis, Balikpapan kini sedang membangun sebuah upaya untuk beralih dari sekadar bertahan menghadapi kemarau, menjadi kota yang siap dan tangguh terhadap krisis air di masa depan. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.