“Jadi bukan hanya PKK atau kelurahan saja, tapi kami saling bersinergi. Data dikumpulkan oleh kader, lalu kami bantu olah dan tampilkan di website,” tambahnya.
Ke depan, digitalisasi juga diarahkan untuk menjangkau layanan masyarakat secara langsung. Namun, implementasinya masih menunggu proses dan perizinan, termasuk dari instansi terkait seperti Dinas Komunikasi dan Informatika.
Yulita menilai langkah ini penting mengingat karakteristik warga GSB yang sebagian besar tinggal di kawasan perumahan dengan mobilitas tinggi.
“Banyak warga yang tidak selalu ada di rumah, jadi sistem digital ini akan sangat membantu dalam pelaporan dan pelayanan,” katanya.
Lebih jauh, pengembangan data digital ini diharapkan dapat mendukung program “Satu Data Kota Balikpapan” serta menjadi kelanjutan dari predikat GSB sebagai kelurahan berbasis statistik (Desa Cinta Statistik).
Sistem yang terus dikembangkan, data yang terkumpul tidak hanya menjadi arsip, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
“Harapannya ini tidak berhenti di sini. Data yang ada bisa digunakan untuk mendukung perencanaan pembangunan ke depan,” tutup Yulita. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar