Bertindak sebagai Imam adalah Ustadz Hamka dari LPTQ Kota Balikpapan, sementara Khotib dipimpin oleh Ustadz Drs. Maharuddin M.Pd.I. (Dosen Universitas STAI Ibnu Khaldun Balikpapan).
Dalam khutbahnya, Ustadz Maharuddin memaparkan filosofi mendalam dari hidangan ketupat sebagai simbol Idul Fitri. "Janur, Melambangkan Jati Nur (hati yang bersih dan cahaya iman), Anyaman Rumit, Menggambarkan liku-liku kesalahan manusia,Isi Putih Bersih, Melambangkan kebersihan hati setelah saling memaafkan serta Tekstur Padat, Simbol pribadi yang lebih kuat iman dan sabar pasca-Ramadhan" ujar Ustadz Maharuddin.
Beliau juga mengajak jemaah untuk menjaga tiga aspek kesucian, yaitu fitri jiwa, fitri harta dan fitri hubungan sesama manusia.
Kegiatan ibadah yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan sesi ramah tamah dan saling bermaaf-maafan antara pimpinan, prajurit dan masyarakat yang hadir.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian acara dalam situasi yang aman dan tertib, momentum Idulfitri 1447 H di Makodam VI/Mulawarman ini diharapkan menjadi titik balik bagi seluruh personel untuk kembali menjalankan tugas negara dengan semangat baru, hati yang bersih serta loyalitas yang semakin solid. (*/Pendam VI/Mlw)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar