Selain itu, Satgas juga membangun Hunian Sementara (Huntara), menyiapkan area Hunian Tetap (Huntap), serta melakukan pembersihan lingkungan di wilayah terdampak.
Operasi kemanusiaan ini menjangkau sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara, seperti Kecamatan Samudera, Jambo Aye, Muara Batu, Sawang, dan Bluka Tebuai. Perbaikan juga dilakukan di Kabupaten Gayo Lues dan sejumlah desa di Pante Bidari.
Dampaknya dirasakan langsung masyarakat. Aktivitas ekonomi yang sempat lumpuh kini berangsur pulih seiring normalnya akses transportasi.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Satgas juga menyalurkan bantuan sosial serta melakukan trauma healing bagi anak-anak korban bencana.
Keberhasilan ini turut mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Dalam waktu singkat, sekitar 218 jembatan berhasil dibangun dan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Andy, capaian tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat dalam situasi darurat. “Ini memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, terutama dalam pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Ia juga memastikan selama pelaksanaan tugas, kondisi keamanan terjaga, cuaca relatif mendukung, dan seluruh personel dalam keadaan baik.
Keberhasilan Satgas Yonzipur 17/AD ini menjadi gambaran bagaimana respons cepat dan terintegrasi mampu mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana, mengembalikan tidak hanya infrastruktur, tetapi juga harapan masyarakat. (*)






