Prabowo Perintahkan Bahlil Bangun Storage Minyak, Perkuat Ketahanan Energi RI

oleh -
Penulis: Wahyuddin Nurhidayat
Editor: Ardiansyah
Prabowo Undang Mantan Presiden dan Wakil Presiden RI. FOTO: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Prabowo Undang Mantan Presiden dan Wakil Presiden RI. FOTO: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
banner 300×250

BorneoFlash.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia segera membangun fasilitas penyimpanan minyak di dalam negeri.

 

Pemerintah mengambil langkah ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global, termasuk konflik yang terus memanas di Timur Tengah.

 

Bahlil mengatakan dirinya telah melaporkan rencana tersebut kepada Presiden. Setelah itu, Presiden langsung mengarahkan percepatan pembangunan fasilitas penyimpanan minyak.

 

“Presiden meminta kami segera membangun fasilitas itu. Kalau tidak, kita akan terus bergantung,” ujar Bahlil di Kementerian ESDM.

 

Selanjutnya, Bahlil menjelaskan investor telah menyiapkan pendanaan proyek tersebut. Pemerintah akan menggunakan tangki itu untuk menyimpan minyak mentah (crude oil) sebelum kilang mengolahnya menjadi bahan bakar minyak (BBM).

 

“Kalau ingin menjadi BBM, kilang yang mengolahnya. Kita hanya perlu meminta kilang-kilang Pertamina menambah tangki penyimpanan,” kata Bahlil.

 

Sementara itu, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaiman menyatakan pemerintah akan menggandeng pihak swasta untuk membangun fasilitas tersebut di Sumatera. Pemerintah menargetkan kapasitas cadangan energi nasional mencapai 90 hari atau sekitar tiga bulan.

 

Saat ini kapasitas penyimpanan minyak nasional hanya mampu menopang kebutuhan sekitar 20–25 hari. Karena itu, pemerintah mempercepat pembangunan storage agar Indonesia dapat menampung impor minyak dalam jumlah lebih besar.

 

“Storage harus kita bangun minimal untuk tiga bulan,” ujar Bahlil.

 

Saat ini pemerintah masih menjalankan studi kelayakan proyek tersebut. Pemerintah menargetkan pembangunan mulai berjalan tahun ini.

 

Rencana Pembangunan Oil Storage

Selain itu, pemerintah merencanakan pembangunan kilang dan tangki penyimpanan minyak di 18 wilayah. Lokasi tersebut meliputi Lhokseumawe, Sibolga, Natuna, Cilegon, Sukabumi, Semarang, Surabaya, Sampang, Pontianak, Badung, Bima, Ende, Makassar, Donggala, Bitung, Ambon, Halmahera Utara, dan Fakfak.

Baca Juga :  Bupati Kubar periode 2006-2016 Ismael Thomas Ditahan Kejagung RI, FX Yapan Mengajak Warga Kubar Berdoa

 

Tim Satgas Hilirisasi yang dipimpin Bahlil telah menyerahkan 18 dokumen pra-feasibility study kepada Rosan Roeslani selaku CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

 

Kementerian ESDM memasukkan proyek ini dalam daftar prioritas ketahanan energi nasional dengan nilai investasi sekitar Rp232 triliun. Investasi tersebut mencakup pembangunan kilang senilai Rp160 triliun yang berpotensi menyerap sekitar 44 ribu tenaga kerja. Selain itu, proyek tangki minyak senilai Rp72 triliun berpotensi menyerap sekitar 6.960 tenaga kerja. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.