BorneoFlash.com, SAMARINDA – Aktivitas lalu lintas di jalur penghubung Jalan Merdeka menuju Jalan Pelita 3, Kecamatan Sambutan, kini telah kembali normal setelah penanganan darurat rampung dilakukan.
Pemulihan ini sekaligus menandai berakhirnya tahap respons cepat yang sebelumnya difokuskan pada pembersihan material longsor.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sebelumnya bergerak sigap melalui tim kebencanaan untuk membuka kembali badan jalan yang sempat tertutup.
Upaya tersebut dilakukan agar mobilitas masyarakat tidak terganggu dalam waktu lama, sehingga akses vital di kawasan tersebut dapat segera difungsikan kembali.
Meski kondisi jalan sudah pulih, perhatian pemerintah kini beralih pada langkah penanganan jangka panjang.
Kawasan tersebut dinilai masih memiliki potensi kerentanan terhadap pergerakan tanah, sehingga diperlukan upaya penguatan struktur untuk mencegah kejadian serupa.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Samarinda, Budy Santoso, mengungkapkan bahwa lokasi tersebut sebenarnya telah masuk dalam rencana penanganan sejak awal tahun. Pemerintah juga telah menyiapkan anggaran khusus sebagai bagian dari langkah mitigasi.
“Lokasi tersebut telah masuk dalam perencanaan tahun berjalan dan telah dialokasikan anggaran. Potensi longsor di kawasan itu memang sudah diprediksi sebelumnya, sehingga pada tahun ini kami menyiapkan langkah antisipatif terhadap kemungkinan tersebut,” ujarnya, pada Kamis (26/2/2026).
Secara teknis, pemerintah akan menerapkan rekayasa lereng dengan mengurangi bagian tebing yang dinilai berisiko tinggi. Metode ini dilakukan dengan menggali area rawan agar potensi longsor tidak langsung mengarah ke badan jalan.






