BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Persoalan banjir masih menjadi sorotan warga Kota Balikpapan. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menegaskan penanganan banjir akan menjadi program prioritas usulan DPRD pada tahun anggaran 2026.
Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri. Menurut Alwi, meskipun berbagai sektor pembangunan di Balikpapan menunjukkan kemajuan dari tahun ke tahun, persoalan banjir tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan.
“Kalau melihat perkembangan setiap tahun, alhamdulillah sudah banyak yang membaik. Namun memang ada beberapa hal yang masih harus dan wajib kami selesaikan, terutama penanganan banjir,” ujarnya kepada awak media, pada Rabu (25/2/2026).
Ia mengungkapkan, total kebutuhan anggaran untuk penanganan banjir di Balikpapan diperkirakan mencapai sekitar Rp2 triliun.
Angka tersebut mencakup pembangunan dan normalisasi drainase, pengendalian daerah aliran sungai (DAS), pembangunan kolam retensi, hingga infrastruktur pendukung lainnya.
Namun hingga saat ini, anggaran yang baru dapat dialokasikan sekitar Rp200 miliar atau kurang lebih 10 persen dari total kebutuhan.
“Kami baru menganggarkan kurang lebih Rp200 miliar, sedangkan kebutuhan Rp2 triliun. Itu bukan angka kecil. Artinya masih banyak kekurangan yang harus dipenuhi secara bertahap,” jelasnya.






