“Membangun Nusantara bukan hanya soal menghadirkan konektivitas, tetapi juga menjaga keseimbangan dengan alam. Kami percaya teknologi yang berdampak adalah teknologi yang ikut menciptakan kota yang lebih hijau, sehat, dan nyaman bagi generasi hari ini dan masa depan,” ujar Bilal melalui siaran pers pada hari Kamis 5 Februari 2026.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air OIKN, Dr. Onesimus Patiung, menjelaskan bahwa kegiatan penanaman pohon di kawasan IKN dilakukan dengan pendekatan ekologis yang berorientasi pada pemulihan dan pengayaan ekosistem hutan secara berkelanjutan.
“Walaupun berada di kawasan hutan, kami berharap semua pihak dapat berpartisipasi dalam kegiatan penanaman ini. Di sekitar kawasan Istana, pohon eucalyptus tidak lagi ditebang dan dibiarkan tumbuh secara alami. Di bawahnya, kami menanam tanaman asli Kalimantan untuk memperkaya keanekaragaman hayati,” jelas Onesimus.
Melalui kegiatan ini, Indosat menegaskan perannya tidak hanya sebagai perusahaan telekomunikasi digital, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pembangunan nasional yang berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.
Inisiatif penanaman pohon ini sekaligus melengkapi komitmen Indosat dalam menghadirkan konektivitas, inovasi, serta dampak sosial yang inklusif di berbagai wilayah Indonesia, sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan Ibu Kota Nusantara sebagai kota modern, hijau, dan layak huni bagi generasi mendatang. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar