BorneoFlash.com, SAMARINDA - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melaksanakan pengujian Non-Destructive Test (NDT) serta uji dinamis terhadap jembatan Mahulu Samarinda yang sebelumnya mengalami insiden tertabrak tongkang sebanyak tiga kali.
Rangkaian pengujian tersebut dilaksanakan pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 10.00 WITA dengan melibatkan tim penguji independen dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Kepala Bidang Bina Marga PUPR-PERA Kaltim, Muhammad Muhran, menjelaskan bahwa tiga insiden tabrakan tersebut berdampak pada fender dan pilar jembatan, khususnya pada Pilar P9 dan P10.
“Pada prinsipnya, pengujian ini direncanakan untuk dilakukan sesegera mungkin. Namun, mengingat tim penguji baru tiba dari Ambon, pelaksanaan baru dapat dilakukan hari ini. Selain itu, jadwal awal yang direncanakan pada pukul 08.00 WITA sempat tertunda akibat kondisi cuaca hujan,” ujar Muhran.
Ia menyampaikan bahwa proses pengujian ditargetkan dapat diselesaikan pada hari yang sama agar jembatan dapat kembali difungsikan untuk masyarakat secepatnya.
“Kami menargetkan seluruh rangkaian pengujian rampung sekitar pukul 16.00 WITA. Apabila prosesnya dapat diselesaikan lebih cepat, maka jembatan akan segera dibuka kembali,” katanya.
Muhran juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat penutupan sementara jembatan.
“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Penutupan ini dilakukan semata-mata untuk memastikan aspek keamanan, keselamatan, serta kelayakan struktur jembatan yang merupakan aset publik,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengujian tidak hanya dilakukan pada satu titik, melainkan mencakup beberapa bagian struktur, termasuk pilar yang sebelumnya terdampak tabrakan.
Meski hasil pengujian sebelumnya menunjukkan bahwa kondisi jembatan masih dalam keadaan aman dan layak, pihaknya tetap menerapkan prinsip kehati-hatian mengingat insiden tabrakan telah terjadi berulang kali.
“Berdasarkan hasil pengujian awal, secara teknis jembatan dinyatakan aman. Namun, karena kejadian tabrakan telah terjadi hingga tiga kali, kami merasa perlu melakukan verifikasi ulang guna memastikan kondisi struktur tetap memenuhi standar keselamatan,” pungkasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar