Atas kondisi tersebut, pemerintah daerah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat serta seluruh pihak yang biasanya terlibat dalam rangkaian peringatan HUT kota.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Peringatan HUT tahun ini diarahkan sebagai momentum refleksi bersama, sekaligus bentuk empati terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang harus dilaksanakan,” tuturnya.
Meski digelar tanpa perayaan, Dinvi menegaskan bahwa esensi peringatan HUT ke-358 Kota Samarinda tetap dijaga.
Pemerintah berkomitmen untuk terus melanjutkan pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh warga menjadikan hari jadi kota sebagai pengingat akan tanggung jawab bersama dalam menjaga dan membangun Samarinda.
“Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan hingga berkontribusi positif setiap saat, tidak terbatas pada momentum peringatan hari jadi,” pungkasnya.






