BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Kebakaran yang melanda kawasan permukiman padat di Gunung Bugis, Kecamatan Balikpapan Barat, pada Rabu Malam (14/1/2026), kembali mengingatkan tingginya risiko kebakaran di lingkungan dengan akses terbatas.
Satu unit rumah berukuran cukup besar dilaporkan hangus dilalap api, meski beruntung tidak menimbulkan korban jiwa.
Kobaran api yang cepat membesar sempat memicu kepanikan warga sekitar. Kepadatan bangunan serta sempitnya akses jalan menjadi tantangan tersendiri, bagi petugas pemadam kebakaran dalam menjangkau lokasi kejadian.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat. Namun saat petugas tiba di lokasi, api sudah dalam kondisi membesar.
“Begitu menerima laporan, petugas langsung bergerak ke lokasi. Saat tiba di TKP, api sudah cukup besar. Untungnya berkat kerja cepat dan koordinasi yang baik, api bisa segera dikendalikan,” ujar Usman.
BPBD Kota Balikpapan mengerahkan sekitar delapan unit armada pemadam kebakaran untuk mengatasi kebakaran tersebut. Proses pemadaman juga melibatkan unsur TNI, relawan kebencanaan, serta dukungan warga sekitar yang ikut membantu membuka akses dan mengamankan lingkungan.
Api akhirnya berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 45 menit sejak petugas tiba di lokasi. Setelah itu, petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa api yang berpotensi memicu kebakaran ulang.
“Setelah api padam, kami langsung lakukan pendinginan. Saat ini kondisi sudah aman dan tidak ada potensi api kembali menyala,” jelas Usman.
Di tengah proses penanganan, sempat beredar kabar adanya seorang anak yang diduga tertinggal di dalam rumah. Namun informasi tersebut dipastikan tidak benar setelah dilakukan pengecekan di lapangan.
“Kabar itu sempat beredar, tapi setelah kami cek, anak tersebut dalam keadaan selamat dan sudah bersama orang tuanya,” tegasnya.
Usman mengakui, kondisi permukiman yang padat dan akses jalan yang sempit menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. Mobil pemadam berukuran besar harus ekstra hati-hati saat mendekati lokasi kejadian.
“Wilayah ini cukup padat dan jalannya sempit, sehingga unit besar agak terkendala. Tapi berkat kerja sama semua pihak, kendala tersebut bisa diatasi,” tambahnya.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian. BPBD Balikpapan pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di kawasan permukiman padat, dengan memastikan instalasi listrik dan sumber api di rumah berada dalam kondisi aman.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan kepedulian bersama dalam mencegah kebakaran, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di lingkungan padat penduduk Kota Balikpapan. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar