Isra Mikraj Rasulullah SAW: Dari Perjalanan Langit ke Tanggung Jawab Membumi

oleh -
Editor: Ardiansyah
Foto: Ilustrasi by Freepick.
Foto: Ilustrasi by Freepick.

BorneoFlash.com, OPINI – Isra Mikraj Rasulullah SAW adalah peristiwa luar biasa yang selalu relevan untuk direnungkan.

 

Peristiwa yang akan diperingati pada Jumat 27 Rajab 1447 Hijriah bertepatan 16 Januari 2026 ini, bukan hanya tentang mengenang perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha hingga Sidratul Muntaha saja. Tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai dari peristiwa itu dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Perjalanan Isra Mikraj bukan perjalanan biasa. Dari peristiwa inilah umat Islam menerima perintah shalat. Ibadah yang menjadi tiang agama. Shalat bukan sekadar gerakan fisik atau rutinitas lima waktu, melainkan sarana membangun kesadaran diri, kedisiplinan, dan tanggung jawab moral. 

 

Kesadaran sebagai hamba, yang beriman kepada Allah SWT yang esa. Dari sinilah Pancasila, yaitu sila Pertama terinspirasi. Ketuhanan Yang Maha Esa, yang mengajarkan bahwa kehidupan bangsa Indonesia harus dibangun di atas kesadaran bertuhan yang esa dan nilai-nilai spiritual.

 

Jika shalat dijalankan dengan benar, maka akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Sekaligus akan membentuk pribadi yang jujur, adil, berakhlak dan menjauhkan diri dari hal-hal mungkar. Sebagaimana disebutkan dalam Qs. 29:45. Perihal inilah yang menginspirasi Sila Kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. 

 

Rasulullah SAW mencontohkan bagaimana memperlakukan sesama manusia dengan hormat. Tanpa membedakan latar belakang. Pesan ini penting di tengah masyarakat Indonesia yang beragam. Agar perbedaan tidak berubah menjadi perpecahan.

 

Isra Mikraj juga mengajarkan tentang persatuan. Perjalanan Rasulullah SAW yang menghubungkan dua tempat suci memiliki makna simbolik tentang keterhubungan umat dan pentingnya kebersamaan. Yang menjadi inspirasi Sila Ketiga, Persatuan Indonesia. 

 

Di era media sosial dan arus informasi yang begitu cepat, masyarakat mudah terpecah oleh isu, hoaks dan perbedaan pandangan. Spirit Isra Mikraj mengingatkan kita bahwa persatuan adalah kekuatan utama dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara. 

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.