DPRD Provinsi Kaltim

Capaian TKA Jadi Dasar DPRD Kaltim Mendorong Pembenahan Mutu Pendidikan

zoom-inlihat foto
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) terbaru menunjukkan bahwa mutu capaian belajar peserta didik di Kalimantan Timur (Kaltim) masih menghadapi tantangan serius.

Evaluasi tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan akademik siswa belum berkembang secara optimal, terutama pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris yang mencatat nilai relatif rendah.

Kondisi ini menjadi perhatian DPRD Kalimantan Timur yang menilai perlunya peninjauan menyeluruh terhadap sistem pendidikan, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam konteks peran keluarga sebagai bagian dari ekosistem pendidikan.

Berdasarkan data rerata nilai mata pelajaran wajib tingkat provinsi, kemampuan siswa Kaltim masih bertumpu pada penguasaan literasi dasar.

Nilai Bahasa Indonesia tercatat sebesar 57,79, sementara Matematika hanya mencapai 36,37 dan Bahasa Inggris berada pada angka 25,91.

Perbedaan capaian tersebut menunjukkan adanya kesenjangan yang cukup lebar antara penguasaan bahasa ibu dengan kemampuan numerasi dan bahasa asing.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti, menilai hasil TKA tersebut sebagai indikator penting yang harus segera disikapi secara serius oleh seluruh pemangku kepentingan di sektor pendidikan. Ia menyebut rendahnya capaian akademik tidak hanya terjadi pada satu jenjang tertentu, melainkan hampir merata dari pendidikan dasar hingga menengah.

Menurutnya, rendahnya nilai Matematika dan Bahasa Inggris perlu dianalisis secara komprehensif, termasuk meninjau kembali sistem penilaian yang selama ini diterapkan di sekolah.

Ia mempertanyakan apakah nilai rapor benar-benar mencerminkan kemampuan riil peserta didik atau justru belum mampu menggambarkan kondisi pembelajaran yang sesungguhnya.


“Hasil TKA memperlihatkan capaian Matematika dan Bahasa Inggris yang masih sangat rendah. Hal ini perlu dikaji bersama, termasuk menilai sejauh mana nilai rapor yang selama ini diberikan telah mencerminkan kompetensi nyata peserta didik,” ujar Damayanti, pada Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan, TKA memiliki keunggulan dibandingkan penilaian internal sekolah karena memberikan gambaran objektif terhadap kemampuan akademik siswa di lapangan.

Oleh sebab itu, hasil TKA seharusnya dimanfaatkan sebagai dasar evaluasi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, termasuk metode, pendekatan, dan efektivitas pembelajaran di setiap satuan pendidikan.

Selain faktor sekolah, Damayanti juga menyoroti peran lingkungan keluarga yang dinilainya sangat menentukan dalam membentuk kebiasaan belajar anak.

Mengingat sebagian besar waktu siswa dihabiskan di luar sekolah, keterlibatan orang tua menjadi krusial dalam menanamkan disiplin, budaya belajar, serta kemampuan berpikir kritis sejak usia dini.

Ia mengingatkan agar menurunnya capaian akademik tidak sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. Menurutnya, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara institusi pendidikan, keluarga, dan lingkungan sekitar.

“Ketika hasil belajar mengalami penurunan, tidak tepat jika seluruh tanggung jawab hanya diarahkan kepada sekolah. Keluarga memiliki peran yang sama penting dalam mendukung proses pendidikan anak,” tegasnya.

Damayanti juga menyinggung dampak perkembangan teknologi, khususnya penggunaan gawai yang tidak terkontrol. Ia menilai kebiasaan tersebut berpotensi mengurangi waktu belajar sekaligus melemahkan kemampuan dasar siswa, seperti logika berpikir, konsentrasi, dan pemahaman akademik.

Ia berharap hasil TKA di Kalimantan Timur dapat dijadikan rujukan utama dalam perumusan kebijakan pendidikan ke depan. Dengan evaluasi yang tepat dan menyeluruh, peningkatan kualitas sumber daya manusia Kaltim diharapkan dapat terwujud dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar