BorneoFlash.com, SAMARINDA — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan perubahan arah revitalisasi Pasar Galunggung di kawasan Citra Niaga.
Pasar yang selama ini dikenal sebagai lokasi aktivitas thrifting tidak lagi disiapkan dengan konsep tersebut, menyusul kebijakan pemerintah pusat yang melarang perdagangan pakaian bekas impor.
Pasar Galunggung kini diarahkan untuk menjadi ruang usaha bagi produk-produk dalam negeri.
Penataan ulang dilakukan agar fungsi pasar tetap berjalan, sekaligus memberi ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal dan UMKM untuk memasarkan produknya secara legal dan berkelanjutan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menjelaskan bahwa perubahan konsep tersebut merupakan bentuk penyesuaian terhadap regulasi nasional.
Pemerintah kota menilai Pasar Galunggung tetap memiliki potensi ekonomi yang besar apabila dikelola dengan konsep yang sejalan dengan kebijakan pusat.
“Pasar Galunggung yang dikenal selama ini memang identik dengan aktivitas thrifting. Namun pemerintah telah menetapkan kebijakan pelarangan. Oleh karena itu, konsep pasar kami arahkan untuk menampung dan memaksimalkan lapak-lapak produk dalam negeri,” ujar Andi Harun, pada Sabtu (27/12/2025).
Selain perubahan fungsi pasar, Pemkot Samarinda juga menata ulang rencana penunjang kawasan tersebut.
Rencana pembangunan Plaza 21 sebagai gedung parkir bertingkat diputuskan untuk tidak dilanjutkan setelah dilakukan kajian bersama konsultan, karena kebutuhan anggarannya dinilai terlalu besar jika hanya difungsikan sebagai fasilitas parkir.
“Apabila dibangun tiga hingga empat lantai, kebutuhan anggarannya bisa melampaui Rp100 miliar. Angka tersebut terlalu besar dan belum tentu efektif,” katanya.
Sebagai alternatif, fungsi parkir akan diintegrasikan langsung ke dalam revitalisasi Pasar Galunggung.
"Pasar tersebut direncanakan dibangun dua lantai, dengan lantai bawah dimanfaatkan sebagai area parkir, sementara lantai atas difungsikan sebagai ruang usaha bagi pelaku UMKM,"tutupnya.
Skema ini dinilai lebih realistis, efisien, sekaligus memberi nilai tambah ekonomi bagi Pasar Galunggung.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar