BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai memacu kesiapan lahan untuk mendukung pembangunan Koperasi Merah Putih, program strategis pemerintah pusat yang bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan.
Hingga akhir tahun ini, Balikpapan diminta mengajukan lima titik lokasi yang akan dibangun oleh TNI sesuai instruksi pemerintah pusat.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengungkapkan bahwa dari lima lokasi tersebut, empat titik telah dipastikan dan satu lokasi lainnya direncanakan berada di kawasan Manggar.
“Empat lokasi sudah pasti, satu lagi rencananya di Manggar. Ini yang kami kejar agar bisa diajukan sebelum akhir tahun,” ujar Bagus, pada Kamis (25/12/2025).
Tak berhenti di tahap awal, Pemkot Balikpapan juga menargetkan pembangunan Koperasi Merah Putih di seluruh 34 kelurahan, pada tahun depan. Saat ini yang telah teridentifikasi 11 lokasi potensial, sementara 29 kelurahan lainnya diminta segera menyiapkan lahan pada awal tahun 2026.
“Tahun ini kita sampaikan lima kelurahan untuk dibangun, sisanya awal tahun depan kami siapkan,” jelasnya.
Untuk mempercepat proses, Pemkot membagi peran lintas perangkat daerah. Camat dan lurah bertugas mengusulkan lokasi, sementara Dinas Koperasi serta Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) memastikan status dan kesiapan aset.
“Kami berbagi tugas. BKAD paling paham soal aset, camat dan lurah yang tahu kondisi wilayah,” katanya.
Namun, Bagus mengakui keterbatasan lahan menjadi tantangan serius, terutama di wilayah pusat kota seperti Balikpapan Kota, Balikpapan Tengah, dan Balikpapan Selatan. Pasalnya, salah satu syarat pembangunan Koperasi Merah Putih adalah ketersediaan lahan minimal 1.000 meter persegi.
“Potensi masalah memang di wilayah kota karena aset sangat terbatas. Makanya fokus kami saat ini ke Balikpapan Timur, Balikpapan Utara, dan Balikpapan Barat,” ujarnya.
Jika aset pemerintah tidak mencukupi, opsi pembebasan lahan tetap terbuka. Namun, hal itu harus dikaji secara matang mengingat keterbatasan anggaran daerah.
“Mau tidak mau ada opsi pembebasan lahan, tapi tentu harus dipertimbangkan dengan sangat hati-hati. Yang penting kami optimistis tetap bisa memenuhi,” tegas Bagus.
Hingga akhir tahun ini, Pemkot Balikpapan akan segera mengajukan lima lokasi resmi ke pemerintah pusat melalui surat pengusulan.
Bagus menambahkan, lokasi koperasi yang berada agak jauh dari kawasan permukiman justru dinilai strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru.
“Lokasi jauh dari perkampungan malah bagus. Itu bisa menggerakkan ekonomi di wilayah yang masih kosong koperasinya,” kata Bagus.
Pembangunan Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kelurahan, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Balikpapan secara merata.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar